CEGAH SINDROMA METABOLIK LEBIH DINI

CEGAH SINDROMA METABOLIK LEBIH DINI

PURWOKERTO – Talk Show Kesehatan “Doktere Inyong” episode ke-40 kali ini menghadirkan Dokter Umum yaitu dr. Irwan Nuryadin di studio Satelit TV, Minggu (19/11) malam. Dipandu oleh Agus Supriyadi dari RS Ananda Purwokerto sebagai host, serta Uci Afrilia, Amd. Keb sebagai tamu, tema yang diangkat adalah “Cegah Sindroma Metabolik Lebih Dini”.

Sindroma metabolik itu sendiri yang dari kata sindroma berarti kumpulan gejala atau tanda, sedangkan metabolik adalah yang berkaitan dengan metabolisme tubuh. Jadi sindroma metabolik merupakan kumpulan gejala – gejala atau tanda – tanda metabolisme tubuh yang tidak normal, ini definisi masih luas. Adapun yang lebih khusus ada kolesterol tinggi, hipertensi, gula tinggi dan kegemukan.

Pertama kali yang harus ada dalam sindroma metabolik itu kegemukannya atau obesitasnya. Kalau sudah ditemukan obesitas dan tanda lain, minimal 2 jenis penyakit yang termasuk sindroma metabolik, maka bisa dikatakan sindroma metabolik. Misal sakit obesitas dengan diabetes. Gejala yang lebih spesifik terkait sindroma metabolik, yaitu obesitas, hipertensi, kadar hiperkolesterol HDL (kurang dari 40 mg/dL untuk laki – laki dan kurang dari 50 mg/dL untuk perempuan), gula darah 100 ke atas terganggu, lingkar pinggang melebihi batas normal (di atas 90 cm untuk laki – laki dan 80 cm perempuan), tekanan darah berkisar di 140/90 mmHg atau lebih, serta rentan mengalami peradangan seperti pembengkakan dan iritasi. Sindroma metabolik itu kumpulan gejala 16 penyakit. Ada juga kista yang merupakan gangguan dari ovarium, sehingga kemungkinan bisa sulit punya anak. Sindroma metabolik bisa menyerang orang yang kegemukan, maka harus ada batasan dalam konsumsi makanan. Kegemukan bisa dicek dengan indeks masa tubuh (yang ditentukan berdasarkan berat badan dan tinggi badan). Sindroma metabolik kalau terjadi maka ada stroke, jantung koroner dan diabetes mellitus. Sindroma metabolik awalnya dari kegemukan, kemudian pengaruh dengan gula darah, dr. Irwan Nuryadin mengawali perbincangan.

Penyebab sindroma metabolik adalah ditandai dengan berat badan yang berlebihan dan pola hidup yang kurang aktif, sehingga pada beberapa orang cenderung muncul resistensi insulin. Adapun faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya sindroma metabolik adalah usia yang bertambah bisa terkena sindroma metabolik, terkena komplikasi diabetes antara diabetes gestasional (diabetes pada saat hamil) dan diabetes tipe 2, serta penyakit lain yaitu ovarium polikistik.

Sindroma metabolik bisa dicegah dengan cara :

  • Merubah gaya hidup

Dalam kehidupan sehari – hari, dengan banyaknya aktivitas yang kita jalani maka perlu lakukan olahraga rutin. Dalam hal ini, olahraga bisa membantu menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar kolesterol dan meningkatkan resistensi insulin.

  • Konsumsi makanan sehat

Dengan konsumsi makanan yang sehat, seperti karbohidrat, protein, vitamin, buah – buahan serta melakukan diet yang rendah lemak (lemak jenuh, lemak trans, kolesterol dan garam).

  • Menjaga berat badan

Perlu menjaga berat badan kita supaya tidak sampai obesitas, karena berat badan itu dapat meningkatkan setiap aspek dari sindrom metabolik.

Sindroma metabolik kumpulan gejala atau tanda dari berbagai penyakit, otomatis dari penyakit – penyakit tersebut. Salah satunya obesitas, kita harus ada usaha menurunkan berat badan selama 4 bulan dulu dengan alami (dengan pola makan), baru konsumsi obat. Dalam 6 bulan harus turun 10 kg, ini kalo berat badan 100 kg. Diet dan ukur lingkar pinggang.

Sindroma metabolik itu bisa dikontrol sampai batas normal yang diharapkan (seumur hidup).

Aktivitas laki – laki dan perempuan berbeda, untuk meningkatkan berat badan jadi kalori dan yang keluar harus seimbang. Pola makan juga diatur.

Dapat disimpulkan bahwa, sindroma metabolik merupakan kumpulan gejala – gejala atau tanda – tanda, di mana penderita mengalami peningkatan tekanan darah, gula darah, lemak di area pinggang, dan peningkatan kolesterol yang terjadi secara bersamaan sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, stroke dan diabetes mellitus. Pencegahan sindroma metabolik bisa dilakukan dengan cara gaya hidup sehat, olahraga rutin, konsumsi makanan sehat dan menjaga berat badan.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.