BAHAYA HIPERTENSI

BAHAYA HIPERTENSI

PURWOKERTO – Talk Show Kesehatan “Doktere Inyong” episode ke-78 kali ini menghadirkan Dokter Umum yaitu dr. Aditya Avisiena di studio Satelit TV, Minggu (25/11) malam. Dipandu oleh Putri Permata Sari Rachmat,A.md.Keb dan Toni Kristiawan, S.H sebagai host, tema yang diangkat “Bahaya Hipertensi”.

Hipertensi atau bisa disebut tekanan darah tinggi, merupakan masalah yang sering terjadi di sekitar kita. Darah tinggi sendiri dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, mulai dari gaya hidup yang tak sehat seperti merokok, jarang berolahraga, makan makanan yang tidak sehat, minum alkohol, hingga riwayat keluarga yang juga mengidap hipertensi.

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat cukup tinggi. Bila keadaan ini berlangsung secara terus-menerus, maka dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Itulah kenapa hipertensi sering disebut sebagai “silent killer”.

Gejala hipertensi itu sendiri yaitu sakit kepala, mual, muntah, rasa kebingungan, rasa gelisah, pandangan mata terasa kabur, nyeri dada, bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan, dr. Aditya Avisiena mengawali perbincangan.

Penyebab hipertensi yaitu stress, makan makanan yang berlemak dan berminyak, makan makanan yang terlalu asin atau mengandung pemanis buatan, obesitas, faktor genetik, minum alkohol, kurang konsumsi buah-buahan dan sayur, konsumsi pil KB, serta jarang olahraga.

Hipertensi dibagi menjadi 2 :

Hipertensi essensial (hipertensi primer)

  • Genetik : respon nerologi terhadap stress atau kelainan eksresi.
  • Obesitas : terkait dengan level insulin yang tinggi.
  • Hilangnya elastisitas jaringan dan arterisklerosis pada orang tua serta pelebaran pembuluh darah.
  • Kebiasaan hidup :  konsumsi garam yang tinggi, makan berlebihan, stress, merokok dan minum alkohol.

Hipertensi sekunder

  • Ginjal : glomerulonefritis, pielonefritis, nekrosis tubular akut, tumor.
  • Vascular : aterosklerosis, hiperplasia, trombosis, aneurisma, emboli, kolestrol, vaskulitis.
  • Kelainan endokrin : DM, hipertiroidisme, hipotiroidisme.
  • Saraf : stroke, ensepalitis.
  • Obat–obatan :  kortikosteroid.

Tips untuk tidak terkena hipertensi adalah sebagai berikut :

  • Minum obat secara rutin dan teratur sesuai anjuran Dokter.
  • Lakukan aktivitas dalam sehari kurang lebih 30 menit.
  • Kurangi konsumsi makanan yang mengandung garam.
  • Hindari rokok.
  • Hindari alkohol.
  • Hindari makanan yang mengandung lemak.
  • Istirahat yang cukup setiap hari.
  • Kendalikan berat badan tetap normal, supaya terhindar dari obesitas.

Dapat disimpulkan bahwa, hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat cukup tinggi. Bila keadaan ini berlangsung secara terus-menerus, maka dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Itulah kenapa hipertensi sering disebut sebagai “silent killer”. Tekanan darah dapat dikatakan normal jika berkisar di angka 120/80 mmHG (milimeter merkuri). Angka 120 mmHG merujuk pada bacaan sistolik, yaitu ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan angka 80 mmHG menunjukkan bacaan diastolik, yaitu ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi bilik jantung dengan darah. Sederhananya, tekanan sistolik adalah tekanan maksimal karena jantung berkontraksi, sementara tekanan diastolik adalah tekanan terendah di antara kontraksi (jantung beristirahat). Seseorang dapat dikatakan memiliki tekanan darah tinggi bila mencapai 140/90 mmHG. Diperlukan cek kesehatan rutin (Medical Check Up). Hipertensi dapat dicegah dengan pola hidup sehat, yaitu dengan cara konsumsi makanan yang sehat, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, berhenti merokok, tidak minum alkohol dan istirahat yang cukup.

 

 

Share:

Leave comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.