KEHIGIENITASAN ORGAN INTIM WANITA

KEHIGIENITASAN ORGAN INTIM WANITA

PURWOKERTO – Talk Show Kesehatan “Doktere Inyong” episode ke-55 kali ini menghadirkan Dokter Umum yaitu dr. Ike Anggraeni Fatmasari di studio Satelit TV, Minggu (08/04) malam. Dipandu oleh Putri Permata Sari Rachmat, Amd.Keb dan Toni Kristiawan, S.H sebagai host, tema yang diangkat adalah “Kehigienitasan Organ Intim Wanita”.

Organ intim wanita diciptakan oleh Allah SWT ini sangat spesial. Organ intim wanita yang kelembabannya tidak terjaga maka dapat menyebabkan keputihan pada vagina. Kalau kebersihan dan kelembaban tetap terjaga maka baik. pH yang benar pada organ intim wanita adalah sekitar 3,5 – 4,5. Celana yang basah akan menimbulkan bakteri – bakteri jahat yang akan menimbulkan keputihan. Sering keputihan itu disebabkan oleh jamur.

Vagina pada masa subur dan menjelang menstruasi atau post menstruasi itu terangsang maka dikatakan normal, asalkan tidak berwarna, tidak berbau dan tidak gatal maka tidak bahaya, dr. Ike Anggraeni Fatmasari mengawali perbincangan.

Perawatan sehari – hari misal saat buang air kecil adalah perhatikan cara cebok yang benar, yaitu :

  • Kalau ada di toilet umum, kita pakai air mengalir dari kran dan dipastikan airnya bersih.
  • Cara cebok dari depan ke belakang. Karena kalau menyentuh anus kemudian tangan nempel ke uretra maka bisa menyebabkan penyakit ISK (Infeksi Saluran Kemih), karena anus banyak kumannya. Hal lain, kalau ke vagina lubang kedua maka bisa terjadi keputihan.
  • Pakai air hangat kalau belum terjadi keputihan. Kalau sudah keputihan, boleh pakai sabun khusus pH 3,5 – 4,5, bukan sabun mandi.
  • Dikeringkan, supaya tidak lembab. Jangan sampai masih basah kita pakai celana dalam. Jangan pakai tisu makan karena terlalu keras, maka bisa iritasi. Jangan pakai tisu yang terlalu lembut, nanti bisa iritasi. Sebaiknya pakai tisu yang khusus toilet.
  • Pemilihan celana dalam juga jangan sembarangan. Pilihlah bahan yang dapat menyerap keringat (bahan katun atau kaos), bukan bahan sutra. Bahan sutra tidak disarankan. Ngga boleh pakai celana dalam yang terlalu ketat karena kurang sirkulasi udara.

Masa ovulasi terjadi setelah menstruasi lagi, 14 hari dari menstruasi setelahnya, maka wanita perlu menjaga kehigienitasan organ intim nya. Sebagai contoh pas menstruasi itu ganti pembalut 3 – 4 kali dalam sehari, minimal 3x. Pemilihan pembalut yang bisa 10 kali penyerapan, kandungan klorin sedikit. Pada awal menstruasi pilih yang tebal, pada akhir menstruasi pilih yang lebih kecil. Sebaiknya sebelum berhubungan, ke kamar mandi dulu untuk kencing dan cebok dulu supaya tidak terkena bakteri. Pentilyner itu tidak disarankan, karena atasnya bisa menyerap namun bawahnya plastik yang bisa menyebabkan kelembaban. Sering ganti celana dalam kalau sudah basah.

Menggunakan cara alami seperti rebusan daun sirih bisa, namun sifatnya hanya sebagai antiseptik.

Pada dasarnya adalah menjaga kebersihan organ intim wanita. Namun pada Ibu hamil lebih rentan keputihan, namun kondisi tiap orang beda – beda.

Kalau orang normal, ganti celana dalam minimal 2x dalam sehari, sedangkan kalau orang hamil harus lebih sering ganti celana dalam.

Kalau Ibu hamil mengalami keputihan, maka dapat mengakibatkan ketuban pecah dini. Hal ini disebabkan oleh kuman, maka selaput ketuban jadi tipis sehingga bisa pecah. Apabila ada kasus terlanjur ada rembes – rembes, maka langsung periksa ke Dokter spesialis obsgyn, ini solusi apabila ketuban pecah dini.

Apabila memiliki penyakit ISK (Infeksi Saluran Kemih) maka segera periksakan ke Dokter.

Adapun perbedaan antara toilet jongkok dan toilet berdiri, adalah sebagai berikut :

  • Toilet jongkok

Kelebihannya : bagus kalau anak – anak latihan untuk sendi – sendi panggul, higienis (tidak kontak langsung dengan WC), lebih cepat keluar saat buang air besar karena gerakan terjadi 30 derajat saat jongkok jadi cepat keluar.

  • Toilet duduk

Kelebihannya        : lebih nyaman.

Kekurangannya     : saat mengejan terlalu keras bisa menyebabkan ambeien, tidak   higienis (karena kontak langsung dengan WC). Nah kita tidak tahu WC tersebut siapa saja yang sudah pakai.

Dapat disimpulkan bahwa, wanita perlu menjaga kehigienitasan organ intim nya. Hal ini dikarenakan organ intim wanita itu rentan terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri maupun jamur. Kebersihan dimulai dari pemilihan bahan celana dalam, sebaiknya bahan kaos atau katun dan jangan pakai celana yang ketat. Sebaiknya pilih toilet yang jongkok. Boleh toilet duduk, namun disarankan pakai pijakan (kayu atau jengkok) supaya saat buang air besar tidak mengejan terlalu keras sehingga menyebabkan ambeien. Perlu memperhatikan cara cebok yang benar dan tidak sembarangan memilih tisu. Jangan membiarkan kondisi vagina yang lembab, baik tidak kering setelah buang air maupun celana dalam yang basah karena bisa menyebabkan keputihan. Keputihan sebelum atau sesudah haid itu normal asalkan tidak berwarna, tidak berbau dan tidak gatal. Pada pasien yang obesitas akan menghasilkan keringat berlebih, maka akan memicu pada organ intim semakin lembab sehingga bisa menimbulkan keputihan. Saat hubungan suami – istri kalau pakai kondom ternyata menyebabkan iritasi, maka tidak perlu pakai kondom.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.