PURWOKERTO – Talk Show Kesehatan “Doktere Inyong” episode ke-74 kali ini menghadirkan Dokter Umum yaitu dr. Elma Laeni Barokah di studio Satelit TV, Minggu (21/10) malam. Dipandu oleh Agus Supriyadi sebagai host.

Dermatitis itu bisa disebut dengan eksim. Dermatitis merupakan adanya peradangan di lapisan kulit berupa epidermis dan dermis. Peradangan ini tidak disebabkan oleh mikroorganisme. Jadi peradangan kulit tidak disebabkan oleh infeksi seperti bakteri, virus dan jamur.

Gejala utama dermatitis adalah gatal dan adanya perubahan warna kulit itu sendiri. Penyebab dermatitis atopik adalah terdapat peningkatan sensitasi pada protein telur, susu dan gandum. Dermatitis itu di anamnesa terlebih dahulu, apakah cukup diberi salep atau tambahan obat-obatan. Untuk kulit sensitif, bisa pakai pelembab setelah mandi supaya kulit tidak kering, dr. Elma Laeni Barokah mengawali perbincangan.

Penyebab dermatitis itu sesuai dengan tipe dermatitis itu sendiri. Dermatitis atopik atau eksim terjadi pada tiga tahapan usia, yaitu :

Fase infantil

  • Terjadi di usia 0 – 2 tahun.
  • Bruntus kemerahan di pipi dan kulit kepala.
  • Bisa timbul di dahi, telinga, leher dan sekujur tubuh.
  • Terasa sangat gatal.
  • Bercak bisa juga basah karena ada pengeluaran cairan kulit.

Fase anak-anak

  • Terjadi di usia 2 tahun hingga pubertas.
  • Berlangsung lama dan mungkin menahun.
  • Bruntus kemerahan disertai sisik halus.
  • Lama kelamaan bisa terjadi penebalan kulit dan bercak kehitaman.
  • Selain pipi dan bibir, bisa menyerang bagian lipat siku dan lutut, pergelangan tangan dan kaki, sampai sekujur kaki dan tangan.

Fase dewasa

  • Terjadi setelah masa pubertas.
  • Muncul di lipatan fleksural, wajah, leher, lengan atas, punggung, serta tangan dan kaki. Dapat terjadi penebalan kulit dan bercak kehitaman terutama pada kulit gelap.

Dengan demikian, yang harus dilakukan adalah segera kunjungi Dokter kulit untuk penanganan yang lebih optimal dan hindari membeli obat bebas untuk mencegah eksim tambah parah.

Dermatitis kontak itu akibat dari kontak eksogen di paparan. Dermatitis kontak ada 2 yaitu :

  • Kontak iritan

Bisa terjadi pada semua orang. Terjadi karena adanya asam dan basa yang kuat, deterjen, sabun.

  • Kontak alergi

Tidak bisa setiap orang bisa kena, hanya orang-orang tertentu yang bisa terkena alergi tersebut. Contoh : orang setelah apake jam tangan, iritasi karena make-up, penggunaan anting dan cincin.

Penanganan kontak iritan dan kontak alergi adalah menghindari kontaknya.

Adapun jenis dermatitis lainnya, yaitu :

  • Dermatitis venenata

Dermatitis venenata ini harus waspada juga. Dermatitis venenata merupakan golongan dari dermatitis kontak iritan. Berasal dari bulu binatang atau bulu serangga. Bisa mlenting kecil, kemerahan, panas dan nyeri. Kulit yang sensitif boleh pakai sabun bayi yang cair, supaya kulit lebih lembab.

  • Dermatitis seboroik

Adanya penebalan, kemerahan dari lapisan kulit, ada kelenjar minyak (berwarna kuning), ada kolonisasi jamur.

5 hal penting yang perlu diketahui tentang kerak kepala bayi

Kerak kepala bayi :

  • Disebut juga dermatitis seboroik infantil.
  • Selain di kepala, bisa juga muncul di telinga, hidung, kelopak mata.
  • Umumnya akan hilang dengan sendirinya di usia 6 – 12 bulan.

Terjadi karena :

  • Kelenjar minyak dan folikel rambut memproduksi minyak berlebih.
  • Pengaruh hormon Ibu yang masuk ke dalam tubuh bayi.

Apakah boleh dibersihkan? Tentu boleh

  • Oleskan minyak zaitun atau minyak kelapa ke kepala bayi, diamkan 15 menit atau semalaman.
  • Jika kerak tebal, keramas dan sikat dengan sisir bayi secara perlahan.

Apakah bisa berbahaya? Ya, bila terjadi tanda-tanda berikut :

  • Terlihat nanah atau darah yang merembes keluar dari area kerak kepala bayi.
  • Bayi selalu menangis karena gatal yang luar biasa.
  • Timbul di seluruh tubuh.

Dermatitis tidak bisa dihilangkan, namun perlu dilakukan pencegahan. Riwayat dermatitis atopik itu dikarenakan bisa alergi makanan, asma dan terpapar debu. Namun, tidak semua orang yang punya dermatitis atopik itu punya asma juga. Apabila kedua orang tuanya punya dermatitis atopik, maka anaknya bisa terkena dermatitis atopik.

Pengobatan dermatitis yang bisa dilakukan di rumah adalah mandi air hangat, jangan menggosok atau menggaruk kulit, melakukan kegiatan yang menyenangkan supaya tidak stres, minum suplemen vitamin D, minum suplemen minyak ikan, mengoleskan tea tree oil dan menggunakan aloe vera (lidah buaya).

Dapat disimpulkan bahwa, dermatitis adalah suatu peradangan di lapisan kulit epidermis dan dermis. Penyebabnya bukan karena mikroorganisme. Tipe nya sangat banyak yang jelas itu gatal dan terjadi perubahan dari kelainan warna kulitnya bisa merah, bruntus-bruntus, keluar air, berdarah dan seperti sisik. Jika terdapat keluhan seperti itu, maka segera periksakan ke Dokter untuk pemeriksaan anamnesa dan pemeriksaan fisik yang lebih lanjut.