Cegah Bebas MALARIA

Cegah Bebas MALARIA

PURWOKERTO – Talk Show Kesehatan “Doktere Inyong” episode ke-57 kali ini menghadirkan Dokter Umum yaitu dr. Islamia Saleha di studio Satelit TV, Minggu (22/04) malam. Dipandu oleh Putri Permata Sari Rachmat, Amd. Keb dan Toni Kristiawan, S.H sebagai host, tema yang diangkat adalah “Cegah Bebas MALARIA”.

WHO (World Health Organization) menetapkan setiap tanggal 25 April itu sebagai Hari Malaria sedunia. Penyakit malaria merupakan pengakit yang melekat di suatu wilayah. Sebagian besar di Indonesia masih ditemukan penyakit malaria, terutama daerah terpencil.

Malaria merupakan suatu penyakit infeksi yang menular. Sama seperti demam berdarah (dari virus), cuma malaria dari parasit menginfeksi nyamuk Anopheles, kemudian nyamuk menggigit orang. Parasit itu pengganggu, dapat tetap hidup dan mencari inangnya. Sedangkan virus tidak mencari induknya, maka mati bertebangan. Nyamuk demam berdarah suka hidup di tempat bersih, namun nyamuk malaria suka hidup di tempat kotor. Gejala demam berdarah dan malaria sama-sama infeksi, tanda paling umum yaitu demam, nyeri otot, nyeri sendi dan nyeri kepala. Perbedaannya, jika demam berdarah itu muncul bintik-bintik merah karena penurunan trombosit, sedangkan malaria ada fase demam, menggigil dan berkeringat, dr. Islamia Saleha mengawali perbincangan.

Cara pencegahan yang tepat untuk mencegah infeksi parasit malaria adalah :

  • Kalau mau bepergian, maka konsumsi obat pencegahan dengan tujuan tubuh bisa menolak parasitnya. Obat pencegahan itu antibiotik. Minumnya sesuai dengan kebutuhan saja. Antibiotik malaria itu diminum, bukan disuntik. Minum antibiotik perlu konsultasi dulu ke Dokter, terutama bagi Ibu hamil.
  • Jaga kebersihan, karena nyamuk Anopheles suka di tempat kotor.
  • Pakai kelambu atau lotion saat tidur.

Penderita malaria bisa juga sakit anemia, diare, batuk dan pilek karena sistem imunnya menurun. Suhu yang terlalu tinggi, penanganan maksimal akan sembuh. Pada anak-anak biasanya mengalami kejang.

Alur malaria adalah parasit ke nyamuk, terus nyamuk menggigit manusia kemudian masuk ke darah kita sehingga ini bisa menyerang hati dan ginjal juga. Nyamuk Anopheles menyerang saat malam hari.

Dapat disimpulkan bahwa, malaria adalah penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles. Gejala malaria timbul kurang lebih antara 10 – 15 hari setelah digigit nyamuk. Munculnya gejala melalui tiga tahap selama 6 – 12 jam, yaitu menggigil, demam dan sakit kepala, lalu mengeluarkan banyak keringat dan lemas sebelum suhu tubuh kembali normal. Komplikasi dari penyakit malaria itu metabolismenya di hati dan ginjal (ini bisa rusak). Kalau parah bisa sampai kejang. Sistem kekebalan tubuh pada orang itu berbeda-beda, misal dalam menjaga kebersihannya perlu diperhatikan karena nyamuk Anopheles suka hidup di tempat kotor.

 

 

Share:

Leave comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.