Talk show “Doktere Inyong” RS Ananda Purwokerto : “Pemeriksaan HSG Untuk Infertilitas”

Talk show “Doktere Inyong” RS Ananda Purwokerto : "Pemeriksaan HSG Untuk Infertilitas"

PEMERIKSAAN HSG UNTUK INFERTILITAS

Talk show “Doktere Inyong” edisi 16 April 2017 kerjasama RS Ananda Purwokerto dan Satelit Tv menghadirkan  dokter Spesialis Radiologi, dr. Dian Tunjungsari, SpRad. Acara yang dipandu oleh dr. Islamia Saleha mengangkat tema “Pemeriksaan HSG Untuk Infertilitas”.

Di awal acara dr. Dian menerangkan bahwa infertilias dibagi menjadi dua yaitu infertilitas primer dan infertilitas sekunder.

“Infertilitas primer adalah kegagalan seseorang untuk hamil atau mengandung dalam kurun waktu satu tahun. Sedangkan infertilitas sekunder adalah keadaan dimana seseorang sudah pernah hamil tapi mengalami keguguran atau ada kegagalan kehamilan dan dalam satu tahun belum bisa hamil lagi,” jelasnya.

Penyebab dari infertilitas itu sendiri macam-macam, bisa dari gangguan hormon, kelainan anatomi misal serviks, leher rahim, rongga rahim, atau dari saluran telur itu sendiri. Bisa dari suami atau dari istri.

Radiologi terdapat pemeriksaan yang dinamakan HSG (Histerosalpingografi) yaitu suatu pemeriksaan dari radiologi yang menilai anatomi atau struktur dari rongga rahim dan saluran telur/tuba palopi dengan menggunakan kontras (cairan). Ini salah satu cara untuk mengetahui penyebab infertilias itu sendiri.

“Di radiologi selain bisa dengan sinar X-ray juga bisa dengan media kontras, yaitu bahan berupa cairan yang bila dimasukkan ke suatu organ tubuh dan bila difoto akan menggambarkan organ yang dimasuki cairan itu. Contohnya HSG, akan terlihat anatomi dari kandungannya, rongga rahim dan saluran telur. Akan terlihat cairan itu akan masuk rongga-rongga rahim tersebut atau tidak,” kata dia.

Indikasi

“Permintaan HSG untuk mengetahui apakah ada kelainan dari leher rahim atau rongga rahim atau dari saluran tuba falopinya. Jd HSG bisa melihat, oh ada benjolan..oh ternyata ada radang, ada sumbatan dan lain-lain,” ujarnya.

Untuk infertilitas itu sendiri kita akan melihat patensi. Jadi ketika kontras itu masuk ke dalam rongga rahim, cairan itu akan tumpah pada rongga peritenium, dan akan kita lihat patensi dari tuba tersebut. Bila patensi maka kemungkinan untuk hamil lebih besar.

Pemeriksaan HSG harus ada referensi dari dokter kandungan. Jadi pasutri diperiksa dahulu dan bila harus dilakukan pemeriksaan HSG maka akan  diberi pengantar ke poli radiologi untuk dilakukan pemeriksaan HSG.

Kontraindikasi

Seseorang tidak boleh dilakukan pemeriksaan HSG bila sedang hamil, perdarahan hebat atau ada infeksi karena akan memperparah.

Pemeriksaan dan Persiapan

Waktu pemeriksaan HSG berkaitan dengan persiapannya. Sebagai persiapan awal adalah kita akan menanyakan siklus menstruasi pasien. Karena pemeriksaan dilakukan pada hari ke 9 atau 10 setelah HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir). Tujuannya adalah untuk mengetahui pasien tersebut belum masuk masa ovulasi.

“Jadi jangan sampai dilakukan HSG pada saat pasien itu ovulasi atau saat kemungkinan dia hamil lebih besar. Bila tidak hapal tanggal menstruasinya, bisa dilakukan tes kehamilan dahulu,” pesannya.

Persiapan kedua, setelah selesai menstruasi terakhir tidak coitus atau berhubungan sampai waktu dilakukan pemeriksaan HSG.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.