STEP, KEJANG PADA ANAK, BAGAIMANA SOLUSINYA?

STEP, KEJANG PADA ANAK, BAGAIMANA SOLUSINYA?

PURWOKERTO – Talk Show Kesehatan “Doktere Inyong” episode ke-41 kali ini menghadirkan Dokter Umum yaitu dr. Moch. Bhagavad Gita Gandhi di studio Satelit TV, Minggu (26/11) malam. Dipandu oleh Yudha Tama Mandala Putra, S.Kep., Ns dari RS Ananda Purwokerto sebagai host, serta Siti Mukaromatunni’mah, S.Kep., Ns sebagai tamu, tema yang diangkat adalah “Step, Kejang pada Anak, Bagaimana Solusinya?”.

Kejang demam atau step adalah kondisi kejang yang terjadi pada saat peningkatan suhu tubuh, yang biasanya suhu di atas 38 ˚C. Hal ini disebabkan oleh suatu proses di luar otak dengan gejala demam yang mendahului kejang. Suhu nadi nya kemungkinan yang bisa membuat anak itu dingin dan menggigil. Penyakit yang dapat menyebabkan kejang demam di antaranya flu, infeksi telinga dan infeksi lainnya yang biasanya tidak serius, dr. Moch. Bhagavad Gita Gandhi mengawali perbincangan.

Gejala yang biasanya terjadi pada saat anak kejang demam adalah anak tidak sadarkan diri saat kejang, tangan dan kaki kaku dan kelojotan, serta mata mendelik atau berkedip – kedip.

Kejang demam dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

  • Kejang demam sederhana

Kejang demam sederhana berlangsung lebih dari 12 menit, lebih ke kronik. Kejang ini tidak berulang dalam waktu 24 jam, di mana terjadi pada seluruh tubuh.

  • Kejang demam kompleks

Kejang demam kompleks lebih dari 15 menit kejang nya, bisa berulang lebih dari 24 jam, tangan nya dulu yang kejang baru seluruh tubuh.

Demam lebih dari 15 menit itu bahaya, sebaiknya dibawa ke Dokter. Hal ini dikarenakan demam yang tinggi bisa terkena serangan pneumonia atau meningitis yaitu gangguan saraf otak.

Mengatasi kejang pada anak tidak bisa asal atau sembarangan, minimal para orang tua di rumah menyediakan termometer dan obat penurun panas. Bisa dengan mengompres pakai lap hangat dan melakukan tes pada anak dengan termometer raksa maupun digital selama 2 – 4 jam. Pengukuran suhu tubuh akan lebih akurat bila termometer tersebut ditempatkan di rongga mulut atau rektum/anus dibanding ketiak. Kemudian anak dikasih obat penurun panas. Obat turun panas bisa diulang tiap 4 jam sekali.

Apabila ada anak yang terkena gangguan tumbuh kembang, maka jangan sampai kejang. Efek dari kejang itu bisa menidurkan anak selama 1 jam.

Kejang yang epilepsi itu apabila step yang terjadi berulang kali dan tidak disebabkan oleh demam, trauma serta sesak nafas. Epilepsi dapat menyebabkan gangguan pada saraf motorik, sensor dan mentalnya.

Dapat disimpulkan bahwa, step atau kejang demam merupakan sebuah kondisi ketika anak mengalami kejang yang berhubungan dengan demam yang sangat tinggi. Reaksi ini bisa menyebabkan gangguan neurologis, di mana otak berhenti berfungsi sehingga menyebabkan semua bagian otot tubuh mengalami gerakan yang tidak disadari. Beberapa anak yang sering terkena step bisa mengalami kejang demam namun bukan epilepsi. Usia 5 bulan – 5 tahun yang mengalami kejang demam ini disebabkan oleh banyak faktor, yaitu demam, diare dan pilek. Pada saat anak kejang, sebaiknya orang tua tidak memberikan makanan atau minuman.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.