SEMINAR AWAM TUMBUH KEMBANG ANAK DAN KESEHATAN JANIN

SEMINAR AWAM TUMBUH KEMBANG ANAK DAN KESEHATAN JANIN

PURWOKERTO – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan, Rumah Sakit (RS) Ananda Purwokerto dan Combiphar mengadakan seminar kesehatan awam di ruang Serbaguna RS Ananda, Sabtu (12/11) pagi.

Acara dihadiri hampir seratus masyarakat dan pegawai RS Ananda. Dari Combiphar hadir diantaranya Eka Santoso District Relationship Manager, Mohammad Adib ARM Purwokerto, Unggul RE Cilacap, dan Deloni Anggraini Product Manager.

Sebagai pembicara adalah dua dokter spesialis dari RS Ananda Purwokerto yaitu, dr. Qodri Santosa, M.Si., Med, Sp.A dengan tema “Mempersiapkan Generasi Yang Berkualitas-Peran Penting Zat Besi Pada Kecerdasan Anak” dan dr. Setya Dian Kartika, SpOG dengan tema “Waspada Infeksi Saluran Kemih Pada Kehamilan”.

dr. Qodri Santosa, M.Si., Med, Sp.A mengisi seminar

Dalam pemaparannya dr. Qodri menyampaikan pentingnya mempersiapkan anak yang berkualitas salah satunya dari asupan zat besi sejak dini. “Suplementasi besi sudah harus dilakukan sejak usia 4 bulan pada bayi yang cukup bulan serta untuk bayi prematur dari usia satu bulan. Artinya semua bayi wajib diberikan suplementasi zat besi,” ujarnya.

Lebih lanjut dr. Qodri menjelaskan zat besi penting dalam perkembangan otak. Bayi dengan defisiensi besi dalam 6-18 bulan pertama kehidupan cenderung memiliki efek persisten yang mengubah fungsi otak pada masa dewasa. Defisiensi besi pada ibu mempengaruhi status zat besi dan perkembangan otak pada janin, serta memungkinkan terjadinya peningkatan resiko defisiensi besi dan perubahan perilaku bayi.

Untuk mendeteksi defisiensi besi bisa dilakukan beberapa tes antara lain, tekan telapak tangan selama satu detik bila terjadi pucat kebiruan dan tidak segera menjadi merah pertanda terjadi anemia defisiensi besi. Kemudian kelopak mata pucat dan kuku terlalu tipis dengan sisi melengkung seperti sendok.

dr. Setya Dian Kartika, SpOG memberikan materi

Pada sesi kedua seminar diisi oleh dr. Setya Dian Kartika, SpOG membahas tentang infeksi saluran kemih (ISK) pada kehamilan yaitu infeksi di saluran kemih akibat adanya koloni kuman atau bakteri (E.Coli). ISK bagi ibu hamil bisa menimbulkan beberapa dampak. ” Komplikasi ISK pada kehamilan dapat menyebabkan kelahiran prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), preeclampsia, hipertensi, gagal ginjal, bahkan kematian janin,” jelas dokter yang akrab disapa dr. Ika.

Terpisah Eka Santoso mengapresiasi seminar yang baru pertama kali diselenggarakan di Karisidenan Banyumas ini. “Seminar ini pertama kali kami adakan di Purwokerto bahkan yang kedua di DIY dan Jawa Tengah bagian selatan . Antusiasme masyarakat luar biasa. Kami harap acara seperti ini akan berlanjut dan rutin,” katanya. (ddy)

20161112_123759

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *