PERAWATAN LUKA DI RUMAH

PERAWATAN LUKA DI RUMAH

PURWOKERTO – Talk Show Kesehatan “Doktere Inyong” episode ke-49 kali ini menghadirkan Dokter Umum yaitu dr. Karina Adistiarini di studio Satelit TV, Minggu (18/02) malam. Dipandu oleh Yudha Tama Mandala Putra, S.Kep., Ns sebagai host, serta Natalia Puspitasari, S.Kep., Ns sebagai tamu, tema yang diangkat adalah “Perawatan Luka di Rumah”.

Luka itu discontinuitas jaringan, jadi jaringan yang terputus. Perawatan luka itu membantu proses pemulihan secara struktur jaringannya itu, secara komplek dinamakan dinamis, tidak hanya fokus terhadap luka tetapi kita memperbaiki dari dalam juga. Perawatan luka bisa dikatakan menggabungkan jaringan – jaringan agar bisa menutup kembali supaya tidak terjadi pendarahan dan membantu. Periksakan ke Dokter spesialis kulit lebih baik.

Perawatan luka tidak berpengaruh untuk keloid. Tindakan yang memacu, misal orang yang suka mengutik – ngutik luka ini maka ini yang menyebabkan keloid. Luka yang masih basah, masih ada darahnya maka ditutup. Kalau luka sudah kering, baru boleh dibuka. Saat terjadi kontak, lalu dicuci dengan air (dialiri dengan air), contoh orang yang terkena luka bakar. Luka kena minyak panas kalau pake odol, maka luka tambah panjang lagi. Dalam arti luka tambah membusuk yaitu makin lama lagi sembuhnya. Hal ini dikarenakan odol mengandung iritan, dr. Karina Adistiarini mengawali perbincangan.

Supaya tidak terjadi bekas luka, maka perlu merawat luka dengan benar dari awal sehingga luka tidak terinfeksi. Ada orang yang keloid, dimana ketika sudah sembuh dari lukanya maka akan muncul bentol di sekitar luka seperti daging tumbuh. Risiko keloid dapat dicegah dengan disuntik khusus selama luka. Disuntik berulang kali untuk mengempiskan benjolannya, namun tidak bisa membuat kulis mulus sempurna.

Luka tidak mesti pakai antibiotik. Luka yang membutuhkan antibiotik adalah luka yang warnanya sudah tidak pink melainkan sudah berwarna hitam (adanya kematian jaringan), baunya khas sekali (ada nanah) dan luka sudah tidak bersih lagi. Untuk luka yang susah sembuh, ini dikarenakan dua hal yaitu :

  • Nutrisi

Kalau dalam penyembuhan luka, kita perlu makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, protein tinggi, ikan – ikan, daging, buah dan vitamin.

  • Usia

Pada usia 60 tahun ke atas luka akan sulit sembuh.

Adapun proses penyembuhan luka adalah sebagai berikut :

  • Fase I

Pembentukan zat pembeku darah. Luka tertutup oleh bekuan darah. Sel darah putih akan memakan kuman dan jaringan yang mati atau rusak. Luka terasa nyeri. Berlangsung hari ke 1-3 post pembedahan.

  • Fase II

Sel – sel baru tumbuh. Pembuluh darah mulai tumbuh. Luka berwarna merah dan mudah berdarah bila tergores berlangsung hari ke 4-14.

  • Fase III

Jaringan baru semakin tumbuh. Luka berwarna merah jambu. Pembentukan jaringan baru meningkat. Berlangsung minggu ke 2 – minggu ke 6.

  • Fase IV

Luka menutup dan menciut. Bila jaringan yang tumbuh ada pembuluh darah luka dapat kembali seperti jaringan semula. Bila tidak terdapat pembuluh darah luka akan timbul jaringan parut. Berlangsung beberapa bulan setelah pembedahan.

Luka pada penderita diabetes mellitus, dinamakan ulkus diabeticum merupakan komplikasi dari diabetes mellitus, yaitu gangguan dari pembuluh darah dan juga saraf. Ada gangguan – gangguan tubuh yang mayor adalah vascular (fungsi jaringan berkurang), saraf (motoris dan sensoris jadi kebas), serta kulit orang cenderung kering. Diabetes mellitus kering itu indeks kuiner 1. Indeks ke-2 sampai 5 ini dinamakan luka tipe basah. Pada orang – orang diabetes mellitus 12 – 15 % akan terjadi ulkus diabetes mellitus. Apabila 16 %, maka harus berakhir dengan amputasi yang menyebabkan risiko kecacatan yang tinggi. Kalau diamputasi menolak, ini bisa menyebabkan kematian. Pembersihan luka itu minimal 3 hari sekali, bagusnya sehari sekali dan kassa harus diganti. Prinsip pada diabetes mellitus ini adalah teknik uploading yang akan membebaskan dari tekanan dan ada penebalan – penebalan. Penderita diabetes mellitus disarankan konsumsi ikan, daging, protein hewani, buah – buahan dan sayur – sayuran.

Dapat disimpulkan bahwa, point perawatan luka adalah jangan menunda proses penyembuhan luka, perawatan di rumah untuk luka ringan, jangan tunda untuk segera periksa ke Dokter apabila luka berat, baik Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan tingkat 1, serta untuk pasien diabetes mellitus sebaiknya kontrol nutrisi pasien, gula darah pasien, ketaatan pasien, kebersihan pasien dan mental pasien. Apapun jenis lukanya jangan sampai terjadi infeksi. Terus jaga luka kita agar sembuh dengan baik, serta yang paling penting kalau merawat luka itu sebelum dan sesudah harus cuci tangan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.