MENGATASI GANGGUAN PENCERNAAN SELAMA RAMADHAN

MENGATASI GANGGUAN PENCERNAAN SELAMA RAMADHAN

PURWOKERTO – Talk Show Kesehatan “Doktere Inyong” episode ke-24 kali ini menghadirkan Dokter Spesialis penyakit dalam yaitu dr. Ma’mun, SpPD di SATELIT TV, Minggu (28/5) malam. Dipandu oleh dr. Dhian Shinto Hapsari dan Palupi Tri Utami, S.Psi dari RS Ananda Purwokerto sebagai host, tema yang diangkat adalah “Mengatasi Gangguan Pencernaan Selama Ramadhan”. Acara ini kerjasama antara RS Ananda Purwokerto dengan Satelit TV.

Ada sedikit perbedaan dan jadi ada sedikit persamaan persepsi bahwa sakit maag yang diderita oleh pasien atau orang awam maupun yang diketahui Dokter. Jadi untuk awal kita bahas dulu pengertian sakit maag itu sendiri atau dalam istilah kesehatan dinamakan dispepsia. Dispepsia adalah suatu sindrom gejala keluhan ketidaknyamanan atau nyeri di uluh hati atau perut bagian atas. Dengan batasan yang singkat seperti itu diharapkan pasien bisa mengenali sendiri, mungkin tidak cemas dan bisa mencari pertolongan dengan cepat, kata dr. Ma’mun, SpPD mengawali perbincangan.

Dalam perkembangan selanjutnya para ahli sudah melakukan riset dan melakukan penelitian kemudian dilakukan evaluasi apa jenis-jenis penyakit tersebut terkait dispepsia ini. Berdasarkan ada tidaknya penyebab dispepsia dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

  1. Dispepsia tipe organik

Ada suatu kelainan struktural pada lambung atau usus halus pada pasien tersebut. Bentuk kelainannya macam-macam, yaitu ada yang usus atau luka di lambung, ada yang menyebut peradangan lambung tersebut atau penyebab lain suatu pendarahan.

  1. Dispepsia tipe fungsional

Tipe ini diartikan sebagai dispepsia yang tidak ada kelainan organik atau tidak ada kelainan strukturalnya setelah dilakukan pemeriksaan indoskopi. Dua – duanya gejala nya hampir mirip sehingga orang mengartikannya bahwa dispepsia sama dengan maag padahal penyebab dan faktor – faktor pengobatannya akan berbeda. Point penting adalah pasien yang merasakan tidak nyaman atau nyeri pada uluh hati jangan beranggapan bahwa sakit maag saya ngga sembuh karena pada kenyataannya dispepsia yang tadi baru kumpulan gejala yang perlu ditelisik lebih lanjut apa jenisnya dan apa penyebabnya. Tentunya dengan pemeriksaan kedokteran.

Apa si penyebab dari maag atau dispepsia ini? Biasanya anak kos yang makan nya tidak teratur atau dari jenis makanannya, atau lingkungan sekitar itu sudah familiar terhadap penyakit tersebut, apa si sebenarnya penyakit ini? Mengenai dari penyakit ini atau penyebab rasa tidak nyaman ini. Sekali lagi ini dinamakan sindrom. Karena ada sugesti dari orang tersebut, umumnya menganggap salah makan.

Jadi kasus nya gini misal ada pasien datang dengan keluhan nyeri uluh hati dan pasien ini mengatakan saya sakit maag Dok, ngga sembuh-sembuh Dok…

Dokter : kemudian apa yang dirasa? Supaya kita mengetahui apakah ini murni dari maag / lambung atau ada penyakit lain, yaitu : (a) kerusakan pada lambung, yang tadi organik itu ada luka, ada pendarahan, ada radang, (b) bisa karena penyakit yang lain ternyata pasien tadi memiliki riwayat batu empedu atau sakit radang empedu itu bisa membuat nyeri yang sama walupun Dokter bisa membedakan secara sepintas mana yang murni ataupun tidak dan (c) punya habit yang menjadi kebiasaan yang berpotensi yang memang menimbulkan rasa tidak nyaman, misal dalam kasus tadi saya punya pasien yang masih muda dia punya masalah dengan pekerjaan yang biasa makan yang bukan makanannya yang kurang sehat setelah makan dan mengonsumsi obat-obatan tertentu dan ada faktor lain, semisal obat – obatan yang diminum dan menyebabkan rasa yang tidak nyaman, misal obat yang untuk penghilang nyeri ini hampir 90 % menimbulkan intensitas pada lambung, ada juga obat penghilang rasa nyeri yang aman yang relatif jarang didapatkan yang pada umumnya seperti itu. Kalau bulan puasa itu biasanya kita makan pada saat buka dan sahur, jadi dijaga saja jenis makanan yang kita konsumsi.

Dapat disimpulkan bahwa dispepsia yang sering kita rasakan itu bukan penyakit tetapi karena gejala yang dirasakan di saluran pencernaan. Dispepsia dibagi menjadi dua tipe yaitu dispepsia tipe organik (bisa terjadi pada lambung atau usus halus) dan dispepsia tipe fungsional (berupa ketidaknyamanan saja).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *