KOLESTEROL DAN ASAM URAT, HARUSKAH DIOBATI?

KOLESTEROL DAN ASAM URAT, HARUSKAH DIOBATI?

KOLESTEROL DAN ASAM URAT, HARUSKAH DIOBATI?

PURWOKERTO-Talkshow kesehatan “Doktere Inyong” episode ke-21 kali ini menghadirkan dokter Spesialis Penyakit Dalam Dr.dr. Pugud Samodro, SpPD.,FINASIM di studio Satelit Tv, Minggu (7/5) malam. Dipandu oleh dr. Dhian Shinto dari RS Ananda Purwokerto sebagai host, tema yang diangkat adalah “Kolesterol dan Asam Urat, Haruskah Diobati?”.

“Sebenarnya apa itu koleterol? Kolesterol merupakan bentuk dari lemak yang ada dalam tubuh. Lemak itu sendiri ada beberapa macam salah satunya koleterol. Ada juga namanya trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas tapi yang sering sekali diucap masyarakat adalah kolesterol,” kata dr. Pugud mengawali perbincangan.

Yang perlu diluruskan, lemak dalam darah itu dibutuhkan. Dimana lemak berfungsi anatara lain; 1) Untuk membentuk sel-sel dalam tubuh manusia. Jadi sel-sel dalam tubuh manusia adalah bagian terkecil dalam tubuh kita yang dilapisi oleh lemak. 2) Pelindung saraf, 3) Pembentuk hormon, contoh : hormon stres.

Yang jadi permasalahan kalau lemak dalam tubuh kita jumlahnya berlebihan. Dalam pemeriksaan laborat akan periksa total kolesterol, trigliserid,dal lain-lain. Kolesterol normal adalah pada angka dibawah 200 mg/dl. Untuk trigliserid normal adalah dibawah 150 mg/dl. Kalau melebihi angka-angka tersebut maka disebut kolesterol tinggi (hiperkolesterol).

Dr. Pugud menjelaskan lebih lanjut, kolesterol dibagi menjadi dua kelompok penting yaitu LDL (Low Density Lipid) atau dikenal sebagai “lemak jahat” dan HDL (High Density Lipid) atau dikenal sebagai “lemak baik”. Keduanya akan diperiksa di laborat dan masing-masing mempunyai nilai sendiri. LDL pada dasarnya tetap diperlukan untuk mengetahui berapa jumlah kolesterol jahat tersebut.

“Secara umum bila bisa LDL kolesterol angkanya dibawah 100 mg/dl. Namun bila pasien penderita kencing manis (diabetes) angkanya harus lebih kecil lagi yaitu 70 mg/dl. Untuk HDL jumlahnya sebisa mungkin lebih dari 40 mg/dl,”ujarnya.

Penyebab
Menurut dr. Pugud ada dua penyebab dasar pembentukan kolesterol dalam tubuh. Pertama adalah dari tubuh sendiri yang memproduksi kolesterol, kedua dari asupan makanan, terutama makanan yang tinggi kolesterol. Dalam penelitian menunjukkan orang yang mempunyai kolesterol tinggi mendapat perhatian lebih, karena salah satu penyebab kematian manusia adalah hiperkolesterol.

Gejalanya tidak spesifik. Kadang tidak ada, kadang ada seperti badan pegal-pegal atau leher kaku. Menginjak usia 40th keatas minimal 1 tahun sekali untuk periksa kadar kolesterol di laborat.

Mengapa diatas 40th? Karena berdasar penelitian para ahli pada saat manusia itu lahir pembuluh darahnya itu bersih, namun setelah 5-10th pembuluh darahnya sudah mulai kotor tergantung makanan yang dikonsumsi. Makanan kolesterol yang semakin banyak di dalam darah akibatnya LDL akan menempel dalam pembuluh darah. Bila jumlah LDL berlebihan membuat pembuluh darah tersebut menyempit sehingga menyebabkan pembuntuan.

Bila pembuluh darah arteri (nadi) pada jantung tersumbat maka Anda akan kena serangan jantung. Jika pembuluh darah arteri (nadi) otak tersumbat maka Anda akan kena serangan stroke. Dan jika pembuluh darah arteri (nadi) ginjal tersumbat maka Anda akan kena gagal ginjal.

ASAM URAT
“Asam urat itu sampah hasil metabolisme normal dari pencernaan protein atau penguraian senyawa purin. Normalnya 2-7 mg/dl tergantung jenis kelamin. Laki-laki sedikit lebih tinggi daripada perempuan,” kata dr. Pugud.

Makanan yang mengandung asam urat tinggi adalah dengan kadar 150-180 mg/100grm, masyarakat sering istilahkan jeroan seperti otak, paru, jantung, usus, hati. Kelompok kedua adalah makanan dengan kadar asam urat menengah yaitu dengan kadar 50-150 mg/100grm, contoh daging sapi, seafood cumi, udang, kerang, bayam, kangkung, dan lain-lain.

Secara teoritis bila menjumpai pasien kolesterol tinggi, maka diperiksa pula kadar asam uratnya. Demikian pula sebaliknya.
Gejala yang kadang dirasakan penderita asam urat adalah nyeri di sendi terutama jari kaki ibu jari dan jari lain, tumit, siku dan lain tempat. Pada kasus asam urat yang lebih berat, tubuh terasa agak demam, terdapat topus (tonjolon dekat tulang/sendi di tangan karena penumpukan asam urat yang lama).

Contoh komplikasi yang dapat terjadi bila asam urat tinggi terus terjadi adalah minimal yang dinamakan artitis cout, dan bila menumpuk di ginjal maka menimbulkan penyakit batu ginjal sehingga sebaiknya diobati. Bila batu ginjal ini dibiarkan maka ginjal tidak berfungsi dengan baik bahkan pasien bisa sampai cuci darah.

Haruskah diobati?
Semua tergantung untung rugi dari pengobatan itu sendiri, sehingga perlu dengan berbagai pertimbangan dari dokter. Untuk kolesterol tinggi dikarenakan memang musuh nomer satu dunia saat ini sebagai penyakit mematikan, jadi untuk hiperkolesterol harus dilakukan screening apakah sudah ada gejala/kelainan penyakit yang mendasari yang lain, misal jantung koroner, arteri perifer dan lain-lain. Bila ditemukan adanya penyakit-penyakit tersebut maka akan segera dilakukan pengobatan.

Untuk asam urat dilakukan pendekatan yang sedikit berbeda. Bila asam urat tinggi namun TIDAK ada gejala (asimtomatik) sebaiknya tidak perlu pengobatan dulu, cukup dengan diet makanan asam urat tinggi, juga banyak minum air putih sampai 3 liter sehari. Bila asam urat semakin tinggi dan terdapat gejala maka perlu dilakukan pengobatan (ddy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *