INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS)

INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS)

PURWOKERTO – Talk Show Kesehatan “Doktere Inyong” episode ke-43 kali ini menghadirkan Dokter Umum yaitu dr. Moch. Bhagavad Gita Gandhi di studio Satelit TV, Minggu (17/12) malam. Dipandu oleh Yudha Tama Mandala Putra, S.Kep., Ns dari RS Ananda Purwokerto sebagai host, serta Joni Ariyanto, S.Kep., Ns, Amd. Kep sebagai tamu, tema yang diangkat adalah “Infeksi Menular Seksual (IMS)”.

Dari segi terminologi, infeksi menular seksual (IMS) merupakan infeksi yang berhubungan dengan hubungan seksual. Pada awalnya, berdasarkan Kebijakan Organisasi Kesehatan Dunia Tahun 1998 bahwa dahulu IMS disebut sebagai penyakit menular seksual (PMS). Namun, sekarang diganti menjadi IMS karena dilihat dari aktivitas seksual yang melibatkan mulut, anus, vagina atau penis.

Banyak tindakan – tindakan yang beresiko, maka kita dapat lihat usia. Pada usia 18 – 24 tahun itu resiko terkena IMS. IMS ini disebabkan oleh kuman yang tidak kelihatan, jadi bisa disebabkan oleh virus (HIV dan herpes), bakteri (sipilis dan gonore), parasit (kutu dan scabies) dan jamur. Hampir secara umum penyakit IMS diidap oleh para remaja, tetapi paling sering yang datang periksa itu penyakit sipilis dan gonore, dr. Irwan Nuryadin mengawali perbincangan.

Secara umum IMS dibagi menjadi dua, yaitu :

  • Mayor

Mayor merupakan infeksi mutlak yang terjadi jika ada hubungan seksual antara laki – laki dengan perempuan. Penyakit yang termasuk dalam kategori mayor adalah sipilis dan gonore.

  • Minor

Pada minor, infeksi yang terjadi bukan dari hubungan seksual, melainkan kontak yang sangat kuat sehingga bisa ketularan. Penyakit yang termasuk dalam kategori minor adalah HIV, herpes dan stabies

Beberapa penyakit menular seksual adalah sebagai berikut :

  • HIV

HIV atau human immunodeficiency virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, dimana vius nya dapat tertular melalui hubungan seks yang tidak aman yaitu dengan berbagi alat suntik atau jarum. Sampai saat ini belum ada obat untuk penyakit HIV, sehingga pengobatan HIV dilakukan hanya untuk memperpanjang usia dan meredakan gejala yang muncul akibat HIV.

  • Herpes

Herpes juga termasuk penyakit menular seksual yang dapat menular yang disebabkan oleh virus herpes simpleks atau dapat disebut dengan HSV, dimana gejalanya muncul beberapa hari setelah terinfeksi HSV dan disertai gatal atau sakit saat buang air kecil.

  • Sipilis

Sifilis atau raja singa merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, dimana ditandai dengan munculnya luka pada alat kelamin.

  • Gonore

Gonore atau kencing nanah ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gonore ini berasal dari kuman yang kecil – kecil, obatnya antibiotik dengan dosis sesuai rekomendasi Dokter. Gonore tidak berdiri sendiri, biasanya dengan clamidia. Pasca penyembuhan gonore pada laki – laki lebih cepat dibandingkan dengan perempuan. Hal ini dikarenakan bahwa, perempuan tidak ketahuan, jadi ketahuannya sudah sakit bagian pinggulnya maka bisa memicu keguguran dan sulit hamil. Keputihan tidak normal itu berwarna seperti susu, gatal dan berbau. Maka harus konsultasi ke Dokter.

  • Kutu

Kutu pada rambut kemaluan ini merupakan serangga parasit kecil, seperti kutu yang ada pada rambut kepala. Penularannya dengan kontak tubuh langsung dan seringkali terjadi saat hubungan seksual, dimana ditandai dengan rasa gatal pada bagian yang terinfeksi dan terjadinya peradangan atau iritasi akibat garukan penderita.

  • Scabies atau Kudis

Scabies disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei yang merupakan jenis parasit, ditandai dengan munculnya rasa gatal terutama pada malam hari. Penyakit ini dapat melalui kontak tubuh secara langsung, melalui baju, peralatan tidur atau handuk yang terinfeksi.

  • Tinea cruris

Tinea cruris merupakan penyakit seksual yang terjadi akibat infeksi jamur yang menyerang kulit di sekitar alat kelamin, paha bagian dalam serta bokong. Penderita penyakit ini akan merasakan munculnya ruam kemerahan berbentuk lingkaran yang terasa gatal pada bagian kulit yang terinfeksi.

  • Infeksi candida

Infeksi yang disebabkan oleh Candida albicans yang menjadi penyebab iritasi vagina. Sedangkan pada laki – laki itu yang tidak sunat maka bisa mengalami infeksi candida. Pada infeksi di vagina, penderita perempuan akan merasakan rasa gatal di sekitar vagina, kulit di sekitar vagina akan memerah dan terasa perih, serta keputihan yang menggumpal seperti keju. Pada penderita laki – laki akan muncul ruam kemerahan pada penis, gatal dan rasa perih pada ujung penis serta bau tidak sedap.

Seks yang tidak aman ada beberapa faktor, yaitu : norma Agama (tidak membolehkan hubungan sebelum nikah), norma hukum, norma adat, berganti – ganti pasangan dan tidak memakai kondom (alat pengaman). Kondom ini bisa untuk mencegah kehamilan dan HIV atau penyakit menular seksual lainnya.

Pencegahan IMS adalah jangan berhubungan seks sembarangan, harus setia dengan pasangan, pakai kondom dan jangan gunakan obat – obatan (drugs).

Penanggulangan dari rumah sampai periksa itu kenali, hubungi petugas kesehatan dan jangan minum antibiotik sembarangan.

Dapat disimpulkan bahwa, infeksi menular seksual (IMS) adalah hubungan seksual yang tidak sehat. Bisa dikatakan seseorang yang melakukan hubungan seksual yang melanggar norma Agama, norma hukum, norma adat sehingga itu bisa terjadi. Harus selalu menjaga kebersihan dan jangan takut periksa ke Dokter jika sudah ada gejala penyakit tersebut. Penyebaran bisa melalui darah, sperma, cairan vagina atau pun cairan tubuh lainnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.