BUGAR SELAMA RAMADHAN

BUGAR SELAMA RAMADHAN

PURWOKERTO – Talk Show Kesehatan “Doktere Inyong” episode ke-25 kali ini menghadirkan Dokter Umum yaitu dr. Dhian Shinto Hapsari di studio Satelit TV, Minggu (04/6) malam. Dipandu oleh Palupi Tri Utami, S.Psi dan Novanti Dwi Kurniawati, Amd.Keb dari RS Ananda sebagai host, serta Dodi Setiawan sebagai tamu, tema yang diangkat adalah “Bugar Selama Ramadhan”.

Seperti apa yang kita tahu bahwa apa perubahan tentang pola hidup manusia selama kita menjalani puasa Ramadhan, kehidupan yang dulu kita istirahatnya lebih banyak di malam hari sebagai seorang umat Islam biasanya ada aktivitas di luar makan sahur dsb, ada ibadah yang dilakukan di malam hari, makan juga ada batas waktunya sebelum fajar sehingga kita harus mempersiapkan diri dengan pola hidup kita tetap menjalani kehidupan seperti biasa tetapi tidak terganggu kualitas hidup misalnya ada keluhan pusing – pusing sedikit, laper itu pasti, haus itu pasti, tetapi kita harus bisa menjalani hidup kita dari fajar sampai adzan Maghrib itu dengan tetap fit dengan tanpa gangguan suatu apapun, kata dr. Dhian Shinto Hapsari mengawali perbincangan.

Bugar ketika menjalani puasa Ramadhan itu wajib, bugar itu sendiri bisa dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu (1) apa yang kita masukkan ke dalam tubuh baik nutrisi maupun makanan, (2) bagaimana kita membagi pola aktivitas dengan istirahat dan (3) menjaga tubuh dengan olahraga. Olahraga yang dilakukan ini bukan olahraga yang bisa membuat lemes, misal melakukan aktivitas berjalan santai. Makna olahraga harus kita pahami dulu, olahraga adalah suatu kegiatan fisik yang kita lakukan secara teratur dengan batasan tidak boleh menyakitkan, sehingga ada batasan itu yang harus kita lakukan, kadang – kadang kita melakukan itu bukan suatu olah fisik yang mengakibatkan badan sakit semua. Oleh karena itu, dengan olahraga diharapkan dapat membuat kita lebih segar dan bugar. Jadi ketiganya harus seimbang.

Bicara soal keseimbangan, bahwa dalam pola hidup ini kita harus imbang antara olahraga, makan serta aktivitas. Masalah jumlah makanan bisa disesuaikan dengan aktivitas sehari – hari. Kita sendiri yang ngukur, tetapi keseimbangan bukan hanya dalam bentuk jumlah. Jadi kalo kita bicara soal makan ada 3 hal yang harus kita pahami, yaitu tepat jumlahnya, tepat jenisnya dan tepat waktunya. Pada saat puasa sudah jelas kita makan 2x saat sahur dan berbuka. Ketika kita makan dengan makanan yang banyak maka tubuh kita butuh energi yang lebih besar untuk mencerna makanan tersebut, dan tubuh pun akan mengambil apa yang kita perlu saja, hanya sekian yang masuk ke dalam tubuh kita dan sisanya dibuang bisa melalui feses atau urin. Jadi timbulnya ngantuk itu metabolisme tubuh bukan penyakit ngantuk. Hal ini dikarenakan proses mengeluarkan energi ketika kita mengkonsumsi makanan tersebut itu menimbulkan rasa ngantuk yang berat. Sebenarnya kita makan sebanyak apapun, sebagai contoh buah itu dicerna 2 jam setelah dikonsumsi. Untuk makanan padat sekitar 4 jam habis, lambung sudah tercerna. Kaidah puasa itu kita menikmati rasa lapar, menikmati sahur dan buka puasa.

Selama bulan Ramadhan kita tetap melakukan aktivitas pokok seperti biasanya, aktivitas tambahan lainnya seperti Sholat Tawaih dan mengaji. Supaya badan kita tetap fit maka istirahat harus teratur, minimal bisa tidur 4 jam pada malam hari. Adapun aktivitas yang perlu dikurangi, misal pulang kerja tidak perlu jalan – jalan dulu.

Ketika puasa, tubuh membutuhkan 2 liter cairan. Minum 2 liter pada saat buka puasa, menjelang Tarawih, setelah Tarawih dan pada saat sahur, disarankan tidak minum menjelang tidur karena akan mengganggu tidur kita. Tidak minum 1 jam sebelum tidur, karena dapat mengganggu tidur yang nantinya kita buang air kecil sehingga kita ketika tertidur bisa sedikit – sedikit bangun.

Dapat disimpulkan bahwa selama puasa Ramadhan supaya kita tetap bugar ini ada 3 kunci nya, yaitu pola hidup kita termasuk cara makan dan minum, menjaga aktivitas kita (utamakan aktivitas pokok diabndingkan dengan aktivitas yang tidak penting), serta istirahat yang berkualitas sehingga puasa Ramadhan pun berkualitas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *